Shenny Fierdha
27 Agustus 2017•Update: 28 Agustus 2017
Mohamed al-Samei
SANAA
Total 2.018 orang meninggal akibat epidemi kolera di Yaman yang hancur karena perang sejak akhir April, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu.
Dalam suatu pernyataan, WHO mengatakan bahwa 565.041 kasus dugaan kolera telah terdata di negara tersebut sejak 27 April.
Menurut pernyataan WHO, kasus dugaan kolera tersebut terjadi di 22 dari 23 provinsi.
Badan yang bernaung di bawah PBB itu mengatakan bahwa jumlah kematian terbesar—sebanyak 382 kasus—terdapat di sebelah barat laut Yaman yakni provinsi Hajjah, sementara di sebelah barat Yaman yaitu provinsi Hudaida terhitung ada 70.000 kasus dugaan kolera.
Yaman merupakan suatu negara miskin yang mengalami perang sipil sejak 2014 ketika pemberontak Houthi menguasai negara itu, termasuk ibukota Sanaa.
Konflik memanas ketika Arab Saudi dan sekutu Arab meluncurkan kampanye serangan udara masif pada 2015 yang bertujuan untuk memukul mundur militer Houthi dan menopang pemerintahan Yaman yang hancur karena perang.
Menurut Komite Internasional Palang Merah (ICRC), lebih dari 3 juta orang telah meninggalkan rumah mereka di Yaman sejak konflik mulai muncul, dan lebih dari 20 juta warga Yaman yang masih berada di sana membutuhkan bantuan kemanusiaan.