Rhany Chairunissa Rufinaldo
09 Agustus 2019•Update: 13 Agustus 2019
Ekip
MANAMA, Bahrain
Bahrain mendesak Iran untuk berhenti mengeluarkan ancaman dan melakukan tindakan apa pun yang dapat meningkatkan ketegangan di Teluk Arab dan kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Bahrain sebagai tanggapan atas pernyataan Abbas Mousavi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
Pekan lalu, Mousavi mengutuk pertemuan militer internasional di Bahrain yang membahas situasi saat ini di kawasan tersebut.
Pada Kamis, dia menuntut Bahrain untuk menghentikan tindakan permusuhan terhadap Teheran dan untuk mengupayakan pendekatan konstruktif.
Dalam pernyataannya kepada Iranian News Agency (IRNA), Mousavi mengatakan bahwa pertemuan yang provokatif dan mencurigakan seperti itu akan mengganggu stabilitas kawasan dan akan memberikan landasan bagi intervensi militer pasukan ekstra-regional seperti Israel di wilayah tersebut.
Sebagai tanggapan, Bahrain menekankan bahwa pernyataan Iran bermaksud untuk menghalangi semua upaya dan inisiatif yang bertujuan untuk menjamin keamanan, stabilitas dan kebebasan maritim di Teluk Arab dan seluruh kawasan.
"Menjadi tuan rumah pertemuan tersebut menunjukkan upaya Bahrain dan kebijakan konsisten yang dibangun di atas partisipasi efektif untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi kawasan," ungkap Bahrain dalam sebuah pernyataan .
Pekan lalu, Bahrain menjadi tuan rumah pertemuan militer internasional yang dihadiri sejumlah negara-negara, termasuk Amerika Serikay dan Prancis, untuk membahas situasi di kawasan Teluk dan keamanan navigasi maritim di Selat Hormuz.
Pemerintah AS bersama dengan negara-negara Teluk, terutama Arab Saudi, menuduh Iran menyerang kapal tanker dan instalasi minyak dan mengancam keselamatan navigasi maritim.
Iran membantah keras klaim tersebut dan menawarkan untuk menandatangani perjanjian non-agresi dengan negara-negara Teluk Arab.