Muhammad Abdullah Azzam
23 September 2019•Update: 23 September 2019
Betül Yürük
NEW YORK
Dalam wawancara dengan televisi Amerika, CBS, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Jawad Zarif mengatakan bahwa negaranya tak akan menjadi pihak yang memulai peperangan dengan Amerika Serikat (AS) di tengah ketegangan yang berlangsung di wilayah Timur Tengah.
Zarif memberikan penilaiannya terkait ketegangan antara negaranya dengan AS dan sekutunya.
''Saya tidak yakin apakah kami dapat menghindari perang, tetapi kami yakin kami tidak akan memulai peperangan. Pihak yang memulai tak akan menjadi pihak yang menyelesaikannya, '' tutur Zarif.
Zarif menuturkan negaranya bukan pihak yang mendalangi serangan terhadap fasilitas perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco.
Tim penyelidik mana pun yang tidak memihak akan mencapai kesimpulan yang sama, lanjut Zarif.
Menlu Iran mengatakan pihaknya tidak diberitahui oleh PBB terkait pengiriman tim penyelidik ke Arab Saudi.
Jika PBB melakukan penyelidikan yang independen maka mereka akan menyatakan Iran tidak bertanggung jawab atas serangan itu, ujar Zarif.
Zarif menuding Presiden AS Donald Trump telah mengungkapkan kebohongan yang akan menyeret mereka pada peperangan.
Zarif mengatakan Amerika Serikat membutuhkan lembaga keamanan nasional yang bertanggung jawab untuk memisahkan antara kebohongan dan kebenaran.
“Kami siap untuk berdialog, tetapi kami perlu membuat perjanjian yang permanen, bukan hanya berlaku satu setengah atau lima tahun saja,” tegas dia.