Talha Ozturk
BELGRADE, Serbia
Sebagai lanskap terkenal di ibu kota Sarajevo, Bosnia-Herzegovina, kereta gantung dibuka kembali pada hari Jumat dengan peresmian meriah, setelah istirahat selama 26 tahun.
Dianggap sebagai salah satu simbol terpenting dari Sarajevo, kereta gantung pertama kali dibuka pada tahun 1959, tetapi kereta ini jadi terkenal ke mata dunia internasional saat Olimpiade Musim Dingin yang diselenggarakan di Sarajevo pada 1984.
Sayang, ia dihancurkan oleh pasukan Serbia pada 1992, yakni ketika fase awal pengepungan Sarajevo antara April 1992 dan Februari 1996, di mana hampir 14.000 orang tewas, 5.500 di antaranya warga sipil.
Berbicara pada upacara pembukaan kembali kereta gantung, Walikota Sarajevo Abdulah Skaka mengatakan bahwa dengan kereta agantung beroperasi kembali, simbol penghancuran terakhir Sarajevo kini telah dipulihkan.
"Hari ini adalah hari yang luar biasa bagi Sarajevo," kata Skaka.
Mustafa Tuna, wali kota ibu kota Turki, Ankara, juga hadir pada upacara tersebut di samping sejumlah pejabat lainnya.
Edmond Offerman, seorang pengusaha yang menyumbangkan 3,5 juta euro untuk proyek ini, mengatakan bahwa kisah pengoperasian kembali kereta gantung dimulai dengan sebuah sambungan telepon pada 2008.
"Saya senang melihat bahwa proyek yang penting ini selesai hari ini," kata Offerman.
Kereta gantung tersebut beroperasi antara pusat kota dan Mount Trebevic, yang terletak di sebelah selatan ibu kota.
Posnya yagn berada di gunung dinamai seperti korban sipil pertama di kota itu, Ramo Biber, yang terbunuh pada Maret 1992 karena menjaga gondola Trebevic tua.
Sebuah monumen didirikan di stasiun untuk menghormati Biber.
"Dia adalah lambang penjaga kami, dan kami akan menjadi penjaga namanya," kata sebuah plakat di monumen itu.
Saudara perempuan Biber, Fahra Biber, mengingat bahwa kereta gantung itu tidak pernah berfungsi lagi setelah saudara laki-lakinya terbunuh.
Dibangun kembali oleh kota Sarajevo, kereta gantung ini akan melayani jalur sepanjang 2.100 meter antara pusat kota dan Mount Trebevic. Dia memiliki 33 kabin, masing-masing memiliki kapasitas 10 orang dan dapat membawa 200 penumpang per jam. Perjalanan ke gunung membutuhkan waktu tujuh menit dan 15 detik.
Sementara itu, serangkaian upacara diadakan di Sarajevo untuk memperingati Hari Kota Sarajevo, yaitu 6 April.
Apa yang terjadi di Sarajevo pada tanggal 6 April?
Dalam dekade terakhir paruh pertama abad ke-20, 6 April, bagi warga Sarajevo, menjadi simbol perlawanan terhadap semua bentuk fasisme.
Ini adalah hari ketika kota itu dibom pada 1941, tahun ketika Perang Dunia Kedua tiba di Sarajevo. Empat tahun kemudian, juga pada tanggal 6 April, kota itu dibebaskan, dan hari ini mereka merayakan ulang tahun ke-73 tahun kemenangannya atas fasisme.
Lima dekade setelah pecahnya Yugoslavia, Eropa mengakui Bosnia-Herzegovina sebagai negara merdeka, juga pada tanggal sama pada 1992. Pada hari itu Tentara Rakyat Yugoslavia (JNA) mengepung Sarajev selama 1.425 hari, yang dicatat sejarah sebagai pengepungan terpanjang di zaman modern.
Karangan bunga diletakkan di tugu peringatan untuk menghormati para prajurit yang gugur dalam perang terakhir serta di makam Alija Izetbegovic, presiden pertama Bosnia-Herzegovina, yang meninggal pada 2003.
6 April secara resmi dinyatakan sebagai Hari Sarajevo pada sesi Dewan Kota pada tahun 2006.
Perang anti-fasis dari 1941 hingga 1945 merenggut nyawa 10.961 orang yang tinggal di Sarajevo, termasuk Bosnia, Kroasia, Yahudi, Serbia, Slovenia, Makedonia dan lain-lain. Selama perang pada 1990-an, 11.541 warga sipil dibunuh oleh pasukan Serbia di kota yang dikepung, di antaranya adalah 1.601 anak-anak, menurut Persatuan Korban Perang Sipil dari Kanton Sarajevo.
news_share_descriptionsubscription_contact

