Umar İdris
27 Juni 2019•Update: 28 Juni 2019
Maimaitiming Yilixiati
ANKARA
Ratusan demonstran anti undang-undang (UU) ekstradisi di Hong Kong menyerukan para anggota G20 untuk memberikan tekanan kepada China dalam pertemuan G20 di Jepang.
"Para pemrotes berkumpul di Central Park, mendesak para pemimpin G20 untuk mendiskusikan permintaan para pemrotes pada pertemuan hari Jumat di Osaka, Jepang," kata Hong Kong Free Press, pada Rabu.
Media online independen di Hong Kong itu menyatakan para demonstran kembali mengulangi seruannya kepada pemerintah kota Hong Kong untuk menerima lima permintaan mereka, yakni menarik sepenuhnya undang-undang ekstradisi, akuntabilitas keputusan untuk menembak demonstran, meminta walikota Hong Kong Carrie Lam mengundurkan diri, membebaskan demonstran yang ditahan, dan menarik semua tuduhan kepada demonstrans.
Sekitar 1.500 demonstran berkumpul di Charter Garden Rabu pagi lalu menuju kantor Konsulate Amerika Serikat yang tak jauh dari lokasi mereka berkumpul.
Para demonstran menyuarakan slogan "Bebaskan Hong Kong", dan meminta rancangan UU ekstradisi ditarik sepenuhnya.
Para demonstrans dan kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) menyatakan khawatir jika UU tersebut lolos, antara lain China akan bertindak terhadap para tahanan politik.
Diplomat senior China pada Selasa mengatakan tidak ada agenda diskusi membahas isu situasi Hong Kong dalam pertemuan G20 di Osaka, Jepang.
Asisten Menteri Luar Negeri China Zhang Jun mengatakan tidak akan mengizinkan isu internal China dibicarakan dalam pertemuan G20.
Hong Kong, sebagai pusat bisnis dan keuangan, adalah teritori otonom di China.