Umar İdris
10 Juni 2019•Update: 10 Juni 2019
Mohammed Amin
KHARTOUM, Sudan
Otoritas Sudan menutup rumah sakit umum dan swasta di kota Khartoum di saat gerakan pembangkangan sipil masih berlangsung, demikian asosiasi doktor melaporkan, pada Minggu.
Setidaknya 11 rumah sakit telah ditutup, data menurut Komite Pusat Dokter Sudan.
Para demonstran mulai melakukan aksinya secara besar-besar mulai Minggu, sebagai tekanan kepada dewan militer Sudan agar segera menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan sipil.
Dewan Transisi Militer menghadapi protes dengan menghalangi pengobatan kepada para pemrotes pada awal pekan ini sehingga para dokter tidak dapat memberikan pengobatan kepada demonstran yang terluka.
Larangan ini berlaku menyusul 118 pemrotes yang tewas.
Sudan mengalami gejolak politik sejak 11 April, ketika militer Sudan mengkudeta Presiden Omar al-Bashir yang telah berkuasa selama 30 tahun.
Dewan militer Sudan saat ini meminta periode transisi selama dua tahun, dan selama periode itu tidak ada pemilihan presiden.
Namun para demonstran turun ke jalan untuk meminta dewan militer untuk menyerahkan kekuasaan secepatnya kepada otoritas sipil.