Nour Abu Aisha
16 Juni 2018•Update: 17 Juni 2018
Nour Abu Aisha
KOTA GAZA, Palestina
Sebuah drone milik Israel pada Jumat menembakkan dua peluru dekat perbatasan Gaza-Israel sebagai balasan untuk penggunaan "layang-layang api" alias layang-layang dengan api yang diterbangkan ke wilayah Israel, oleh pengunjuk rasa dan aktivis Palestina.
"Drone milik Israel menembakkan dua peluru pada alat yang digunakan untuk menerbangkan layang-layang api dekat pagar perbatasan," ujar Muhamad, salah satu orang yang menerbangkan layang-layang tersebut mengatakan kepada Anadolu Agency.
"Kami tidak akan berhenti menerbangkan layang - layang tersebut hingga pengepungan Israel atas Gaza selesai," ucap Muhamad yang tidak memberitahu nama akhirnya karena alasan keamanan.
Muhamad adalah anggota "Brigade Al-Zawari", sebuah grup penerbang "layang-layang api" yang mengambil nama Muhamad al-Zawari, seorang insinyur penerbangan berkebangsaan Tunisia yang dibunuh pada 2016 di kota Sfax, Tunisia.
Pembunuhan Al-Zawari, yang membantu Hamas untuk pengembangan drone diyakini dibunuh oleh agen Israel.
Berbicara atas nama Brigade Al-Zawari, Muhamad memberi Israel waktu 10 hari untuk mencabut pengepungan atas Jalur Gaza.
"Jika tidak, kami akan meningkatkan serangan kami dari 'layang - layang api' menuju 'balon udara api'," ia memperingatkan.
Ia melanjutkan dengan tegas bahwa kelompoknya telah sukses melakukan uji coba "balon udara api" yang menelan biaya tidak mahal untuk dibuat dan memiliki jangkauan yang lebih jauh dari layang - layang.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, tidak ada yang terluka karena serangan drone Israel pada Jumat.
Sejak masyarakat Palestina memulai aksi unjuk rasa dekat perbatasan Israel - Gaza pada 30 Maret, 128 pengunjuk rasa telah terbunuh --dan ribuan luka-luka-- oleh serangan Israel.
Para pengunjuk rasa menuntut "hak untuk kembali" menuju rumah-rumah mereka yang telah terusir oleh Israel sejak 1948.