Barry Eitel
16 Juni 2018•Update: 18 Juni 2018
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Jaringan restoran cepat saji McDonald's mengumumkan pada Jumat akan mulai uji coba alternatif dari sedotan berbahan plastik ke bahan kertas daur ulang pada akhir tahun ini di Amerika Serikat.
McDonald's mengatakan transisi sedotan berbahan dasar kertas daur ulang juga akan diaplikasikan di seluruh 1.361 restoran di Inggris dan Irlandia, yang sebelumnya telah diuji coba di wilayah Amerika Serikat. Proses pergantian bahan dasar sedotan di wilayah Amerika Serikat akan dimulai pada September mendatang hingga awal 2019.
McDonald's mendapat perhatian dunia karena penggunaan plastik dalam jumlah yang besar. Pada awal tahun, McDonald's mengumumkan akan menggunakan bahan dasar yang dapat didaur ulang pada kemasan yang digunakannya pada 2025.
Pada tahun yang sama, McDonald's menginginkan semua restorannya di seluruh dunia menggunakan kemasan berbahan dasar yang dapat didaur ulang.
"McDonald's bekerja untuk menemukan solusi yang berkelanjutan terkait penggunaan sedotan plastik secara global," Francesca DeBiase, wakil presiden eksekutif jaringan persediaan global dan berkelanjutan McDonald's, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
"Sebagai tambahan berita baik dari Inggris hari ini, kami sedang melakukan uji coba alternatif bahan dasar sedotan di beberapa negara untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Kami harap hal ini akan mendukung perubahan besar di industri dan membawa solusi yang berkelanjutan."
Selain AS, alternatif bahan dasar sedotan akan diuji coba di Prancis, Swedia, Norwegia dan Australia. McDonald's mengatakan akan menggunakan taktik yang berbeda, seperti di Malaysia, hanya akan memberikan sedotan apabila pelanggan memintanya.
Saham McDonald's mengalami sedikit penurunan pada Jumat di tengah kabar tersebut dan penutupan pada pekan ini berada pada angka $ 166,46, di bawah penutupan pada Kamis.
McDonald's memiliki 37ribu restoran yang tersebar di lebih dari 100 negara. Para aktivis lingkungan memperkirakan jutaan sedotan plastik digunakan oleh pelanggan McDonald's setiap harinya. Pada Jumat, Greenpeace Inggris meminta McDonald's untuk mengakhiri pemakaian sedotan plastik di seluruh dunia dengan segera dan juga semua plastik yang tidak perlu.
"Ini adalah langkah yang positif dari McDonald’s, tapi tindakan yang lebih kuat diperlukan," ujar Greenpeace Inggris lewat akun Twitternya.