Berk Kutay Gökmen
13 Agustus 2026•Update: 13 Agustus 2026
Operator drone Ukraina dilaporkan mengungguli pasukan dan kendaraan lapis baja Amerika Serikat (AS) dalam latihan militer di Jerman, menunjukkan semakin pentingnya sistem nirawak dalam peperangan modern, menurut laporan media pada Rabu.
The Wall Street Journal melaporkan pasukan Ukraina yang mengikuti latihan "Combined Resolve" pada April dan Mei berulang kali mendeteksi dan melumpuhkan unit-unit AS dalam simulasi pertempuran.
Sekitar 3.500 personel AS, terutama dari Brigade Tempur Lapis Baja ke-3, Divisi Kavaleri ke-1, mengikuti latihan tersebut. Pasukan Ukraina dari Resimen ke-412 Pasukan Sistem Nirawak mendukung pasukan lawan dalam latihan itu.
Drone pengintai Ukraina dengan cepat mengidentifikasi kendaraan lapis baja AS, yang kemudian menjadi sasaran drone pembawa bahan peledak dan drone first-person-view (FPV).
Para pejabat AS dilaporkan mengatakan satu brigade lapis baja AS secara efektif berhasil dilumpuhkan dalam latihan tersebut.
Unit-unit AS pada awalnya mengalami kesulitan meskipun memiliki peralatan peperangan elektronik dan antidrone.
Kinerja mereka dilaporkan membaik setelah pasukan menerapkan teknik penyamaran, penyebaran unit dan taktik peperangan elektronik yang lebih baik.