Behlül Çetinkaya,Mehmet Şah Yılmaz
02 April 2021•Update: 03 April 2021
ANKARA
Duta besar Hongaria di Ankara menarik perhatian publik yang signifikan di media sosial dengan memposting berbagai pernyataan dalam bahasa Turki, dan menjadi pejabat asing yang paling banyak diikuti di negara itu.
"Saat ini saya memiliki 35.000 pengikut [di Twitter]. Nah, saya telah menjadi duta besar Hongaria yang paling banyak diikuti dan duta besar yang memiliki pengikut paling banyak di Turki," kata Viktor Matis kepada Anadolu Agency, menceritakan bagaimana dia mencapai popularitas media sosialnya di negara.
"Ketika saya datang ke sini, saya menetapkan tujuan. Saya ingin memiliki 1.000 pengikut di akhir tahun pertama dan 10.000 pengikut di akhir tahun keempat. Dengan tujuan ini, saya akan menjadi duta besar Hongaria kedua yang paling banyak diikuti. di dunia setelah tahun keempat," kata Matis.
Sebagian besar postingan dubes tersebut di Twitter menggunakan bahasa Turki.
Memiliki ribuan pengikut adalah tanda "hubungan baik antara Turki dan Hongaria," ujar dia, menyoroti minat terhadap Hongaria di negara itu.
Pertama kali diangkat jadi dubes di Ankara pada 2007, masa jabatan Matis awalnya berlangsung selama satu setengah tahun, di mana dia menjadi fasih dalam bahasa Turki.
Ketika dia kembali ke negaranya, dia mendaftar untuk gelar universitas kedua yang berspesialisasi di Turki, menulis disertasinya tentang sejarah diplomatik Republik Turki. Pada 2019, dia diangkat kembali sebagai duta besar untuk Turki.
Berbicara dalam bahasa Turki membantu Matis bertemu lebih banyak orang tanpa membutuhkan penerjemah, kata dubes itu.
Dia mencatat bahwa banyak Turkolog dipekerjakan dalam misi diplomatik Hongaria di Turki. "Saya baru saja bekerja dengan tiga Turkologis di Ankara. Dua atase perdagangan kami adalah Pakar Turkologi."
Setidaknya ada 20 diplomat yang dapat berbicara bahasa Turki dan bekerja di Kementerian Luar Negeri Hongaria, sebut dia, seraya menambahkan bahwa meski belum ada rekan Turki mereka yang tahu bahasa Hongaria, dia berharap keadaan ini akan segera berubah.
"Turki telah menjadi aktor yang sangat penting dalam komunitas internasional, di kawasan, Eropa, Afrika, Asia, dan negara-negara Turki," pungkas dia.