30 Agustus 2017•Update: 31 Agustus 2017
Mahmoudal-Husseini
KAIRO
Duta besar Israel untuk Mesir telah kembali menjalankan tugasnya, Selasa, setelah sempat vakum selama sembilan bulan, kata pejabat di Bandar Udara Internasional Kairo.
Duta besar David Govrin, bersama dengan seluruh staf kedubes mendadak dipulangkan kembali ke Israel, November tahun lalu, karena "masalah keamanan".
Saat itu, Kementerian Luar Negeri Israel telah menahan diri untuk tidak memberikan alasan apa pun atas penarikan staf secara mendadak, sementara Kemenlu Mesir menyatakan pihaknya "tidak punya informasi" mengenai langkah tersebut.
Mesir adalah negara Arab pertama yang secara resmi mengakui Israel saat ia menandatangani perjanjian damai dengan negara Yahudi pada 1979.
Meskipun demikian, hubungan kedua negara masih renggang karena perbedaan pandangan, khususnya terkait masalah Palestina.