30 Agustus 2017•Update: 31 Agustus 2017
Michael Hernandez
WASHINGTON
Satu dari 2 waduk besar di Houston, AS, meluap pada Selasa untuk pertama kalinya dalam sejarah, karena terbebani oleh hujan deras setelah badai "bersejarah".
Waduk Addicks tercatat melampaui batas 32,9 meter, tulis Jeff Linder, pakar meteorologi dengan Badan Penanganan Banjir Daerah Harris, di laman Twitternya.
Luapan itu terjadi 1 hari setelah pihak berwenang membuka palang waduk dalam keadaan darurat di Addicks dan Waduk Barker untuk menghindar kerusakan lebih lanjut. Aksi itu mencegah banjir di pusat kota Houston, namun berdampak pada ribuan rumah di sekitar fasilitas waduk.
"Bila kita tidak melakukan tindakan itu sekarang, volume air di sekeliling bendungan akan naik terus dan berdampak lebih besar pada warga sekitar," kata komandan distrik Galveston Kolonel Lars Zetterstrom dalam pernyataannya.
Kedua tanggul sudah mencapai batas maksimal, dan korps insinyur tentara dikabarkan sudah bersiap-siap atas meluapnya Waduk Barker pada Selasa malam.
Waduk-waduk itu dikelilingi oleh pemukiman warga.
Linder mengatakan pihak berwenang tidak bisa mengukur tingkatan air di Barker karena alat pengukur sudah tertutup air.
Selama 5 hari terakhir kota Houston lumpuh karena hujan akibat Badai Harvey, badai tropis yang menghantam kota itu pada Jumat.
Setidaknya 6 orang dilaporkan tewas karena badai, yang membawa hujan sebanyak 125 sentimeter di wilayah tenggara Houston, menurut Badan Cuaca Nasional.
Merespons kritikan terhadap Walikota Houston Sylvester Turner yang memutuskan untuk tidak mengevakuasi warga, Kepala Polisi Art Acevedo mengatakan itu merupakan kejadian bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya
"Kita tidak bisa siaga untuk sesuatu yang belum pernah terjadi," katanya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres "mengikuti kejadian mengenai kerusakan hebat yang disebabkan Badai Harvey itu dengan khawatir," tulisnya melalui surel oleh Anadolu Agency.
Guterres pun "sedih melihat korban dan menyampaikan belasungkawanya pada pemerintah dan warga AS," lanjutnya.
Kamp pengungsi di sekitar Houston dipenuhi lebih dari 9.000 warga yang menghindari banjir.
Presiden AS Donald Trump tiba di Corpus Christi untuk meninjau wilayah yang terdampak.
Sementara itu, Badai Harvey makin mendekati negara bagian Louisiana, di mana Walikota New Orleans Mitch Landrieau mengatakan 13 dari 120 pompa drainase mereka tidak berfungsi.