Berk Kutay Gokmen
26 Agustus 2026•Update: 26 Agustus 2026
Korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia barat pada 10 Agustus bertambah menjadi 331 orang, sementara lebih dari 406.000 warga terdampak di 16 departemen di negara tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Risiko Bencana Kolombia (UNGRD) dalam laporan terbaru yang dirilis Selasa menyebut 240 orang masih dinyatakan hilang, sementara 4.449 lainnya terluka dan 364 orang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup.
Secara keseluruhan, sebanyak 406.273 orang dari 188.034 keluarga tercatat terdampak bencana di 494 munisipalitas yang tersebar di 16 dari 32 departemen Kolombia.
Gempa terjadi pada 10 Agustus pukul 07.34 waktu setempat (12.34 GMT) dan menjadi gempa terkuat yang melanda Kolombia pada abad ini.
Pusat gempa berada di dekat San Jose del Palmar di Departemen Choco, kawasan pesisir Pasifik, dengan kedalaman sekitar 110 kilometer.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan luas terhadap permukiman dan infrastruktur publik di wilayah barat Kolombia.
Berdasarkan data UNGRD pada Selasa, sebanyak 33.275 rumah hancur total dan 185.889 rumah lainnya mengalami kerusakan.
Fasilitas kesehatan, pendidikan, dan layanan penting juga terdampak parah.
UNGRD mencatat kerusakan pada 376 fasilitas kesehatan, 3.819 fasilitas pendidikan, dan 4.337 fasilitas masyarakat.
Infrastruktur transportasi dan air juga mengalami gangguan signifikan, dengan 440 ruas jalan, 74 jembatan kendaraan, 17 jembatan pejalan kaki, lima bandara, dan 119 sistem penyediaan air terdampak.
Gempa tersebut juga berdampak terhadap hewan, dengan 2.149 hewan tercatat terdampak dan 2.949 lainnya berhasil diselamatkan, menurut laporan terbaru.
UNGRD mengatakan data tersebut masih bersifat sementara dan terus dihimpun oleh pemerintah daerah serta lembaga operasional seiring berlanjutnya penanganan darurat dan proses penilaian kerusakan.