Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Maret 2020•Update: 23 Maret 2020
Ali Murat Alhas
ANKARA
Komunikasi Turki mengatakan negara itu mengandalkan sistem perawatan kesehatannya yang kuat dan tenaga medis yang berbakat untuk memerangi virus korona (Covid-19) yang telah merenggut ribuan nyawa di seluruh dunia.
"Turki memasok alat uji kepada teman dan sekutu dan tidak ada virus yang lebih tahan lama daripada tindakan yang kami ambil," kata Fahrettin Altun melalui Twitter pada Jumat.
Altun juga membagikan video kritis tentang sikap negara-negara Eropa terhadap para lansia yan g hidupnya lebih terancam jika terpapar virus Covid-19.
"Kami sedih melihat banyak negara Eropa mengambil tindakan yang gagal memberikan perlindungan ekstra bagi warga senior mereka. Sementara beberapa negara Uni Eropa telah memutuskan untuk mengambil tindakan kejam, yang lain tampaknya puas membiarkan pandemi terjadi di antara populasi," kata video itu.
Menurut video tersebut, Turki mengambil tindakan pencegahan dan langkah-langkah yang terutama ditujukan untuk melindungi populasi manula, termasuk memberikan cuti administratif bagi lansia, memberikan desinfektan dan masker kepada mereka yang berusia di atas 65 tahundan meningkatkan pembayaran dana pensiun minimum.
Covid-19 muncul di Wuhan, China, Desember lalu, dan telah menyebar ke setidaknya 164 negara dan wilayah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah itu sebagai pandemi.
Menurut Johns Hopkins University, dari lebih dari 272.000 kasus yang dikonfirmasi, jumlah kematian saat ini melebihi 11.000, sementara lebih dari 88.000 dinyatakan sembuh.
Turki saat ini memiliki 670 kasus positif Covid-19, sementara jumlah kematian mencapai sembilan.