Dunia

Hubungan AS-China tegang, harga minyak turun

Penurunan tersebut dipicu oleh keputusan Dewan Perwakilan Rakyat AS yang menyetujui RUU Kebijakan HAM Uighur

Maria Elisa Hospita  | 28.05.2020 - Update : 29.05.2020
Hubungan AS-China tegang, harga minyak turun Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Ovunc Kutlu

ANKARA

Harga minyak mentah turun pada Kamis, di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China, dua ekonomi terbesar dunia.

Brent, minyak mentah berjangka internasional, diperdagangkan pada USD34,21 per barel, turun 1,52 persen setelah ditutup di USD34,74 per barel pada Rabu.

Sementara West Texas Intermediate (WTI, minyak mentah berjangka Amerika, diperdagangkan pada USD31,96 per barel, turun 2,59 persen setelah mengakhiri sesi sebelumnya di USD32,81 per barel.

Penurunan tersebut dipicu oleh keputusan Dewan Perwakilan Rakyat AS yang menyetujui RUU Kebijakan HAM Uighur 2020.

RUU tersebut menyerukan sanksi untuk pejabat-pejabat China yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Xinjiang.

RUU itu kini telah sampai di Gedung Putih untuk ditandatangani oleh Presiden Donald Trump.

Selain itu, hubungan AS-China juga memburuk karena pandemi Covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 100.000 warga AS.

Washington menyalahkan Beijing atas pandemi tersebut karena dianggap menutup-nutupi informasi terkait virus mematikan itu.

Pandemi itu juga berdampak pada permintaan minyak global selama paruh pertama 2020.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.