Ahmet Gençtürk
08 Juni 2021•Update: 09 Juni 2021
Ahmet Gencturk
ANKARA
Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran tidak bersikap kooperatif dalam menanggapi permintaan informasi tentang aspek program nuklirnya, yang secara serius mempengaruhi kemampuan untuk mengkonfirmasi sifat damai dari program tersebut.
Berbicara dalam pertemuan Dewan Gubernur IAEA di Wina, Austria, Rafael Mariano mencatat kurangnya kemajuan dalam mengklarifikasi pertanyaan IAEA tentang keakuratan dan kelengkapan deklarasi perlindungan Iran.
“Iran tidak memberikan informasi baru terkait satu lokasi, belum menjawab pertanyaan atau memberikan informasi terkait dua lokasi lain, dan memberikan pernyataan tertulis di lokasi keempat tanpa dokumentasi yang mendukung,” ujar dia.
Dia menggarisbawahi bahwa kegiatan verifikasi dan pemantauan di negara itu terpengaruh sebagai akibat dari keputusan Iran untuk menghentikan implementasi komitmen terkait nuklirnya di bawah Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) dan Protokol Tambahan yang memberikan akses lebih luas kepada inspektur IAEA di seluruh penjuru negeri.
"Kehadiran sejumlah partikel uranium yang berasal dari antropogenik di tiga lokasi di Iran yang tidak diumumkan ke IAEA serta keberadaan partikel yang diubah secara isotop di salah satu lokasi ini adalah indikasi yang jelas bahwa terdapat bahan dan/atau peralatan nuklir yang terkontaminasi bahan nuklir di lokasi tersebut," ungkap Mariano.
Dia menambahkan bahwa Iran perlu mengklarifikasi dan menyelesaikan masalah ini tanpa penundaan lebih lanjut dengan memberikan informasi, dokumentasi dan jawaban atas pertanyaan IAEA.