06 Agustus 2017•Update: 07 Agustus 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Indonesia akan membeli 11 unit Sukhoi SU-35 milik Rusia. Pembelian pesawat Rusia ini akan ditukar dengan sejumlah produk ekspor Indonesia seperti kopi, teh dan kelapa sawit.
BUMN Rusia, Rostec dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama tersebut saat Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita ke Moskow 3-5 Agustus 2017.
“Kerja sama ini sangat bermanfaat bagi Indonesia,” ujar Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan, kepada Anadolu Agency, Minggu.
Sukhoi SU-35 tersebut akan menggantikan armada F-5 milik Indonesia yang sudah usang.
Indonesia memiliki beragam produk ekspor, seperti minyak nabati, produk kehutanan dan pertahanan. Sementara Rusia memilliki produk teknologi seperti peralatan pengatur lalu lintas udara dan pesawat penumpang. Rusia juga mengaku berminat berinvestasi di sektor energi dan akan mengikuti tender yang dilakukan pemerintah Indonesia.
“Imbal dagang di bawah supervisi kedua pemerintah ini diharapkan dapat segera direalisasikan melalui pertukaran sebelas Sukhoi SU-35 dengan sejumlah produk ekspor Indonesia, mulai dari kopi dan teh hingga minyak kelapa sawit dan produk-produk industri strategis pertahanan,” ujar Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, dalam pernyataan persnya.
Enggar berharap kesepakatan imbal dagang ini dapat disusul kesepakatan serupa menyangkut produk atau ekspor lainnya.
Peluang kerja sama kedua negara menguat belakangan ini. Rusia tengah membatasi impor dari negara Amerika Serikat dan Uni Eropa, termasuk impor kebutuhan pangan seperti buah-buahan tropis dan produk esensial lainnya. Sanksi ini dilakukan Rusia merespon embargo perdagangan Amerika Serikat dan Uni Eropa terkait isu keamanan dan teritorial.