Nicky Aulia Widadio
30 Oktober 2020•Update: 31 Oktober 2020
JAKARTA
Indonesia mengecam serangan teroris yang menewaskan tiga orang di Gereja Notre Dame, Nice, pada Kamis.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam dan simpati kepada korban dan keluarganya,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah melalui keterangan tertulis, Jumat.
Kementerian Luar Negeri juga memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban atas peristiwa tersebut.
Tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan menggunakan pisau di Nice. Polisi memastikan bahwa satu setidaknya satu orang dipenggal dalam peristiwa tersebut.
Polisi telah menangkap tersangka dan membawanya ke rumah sakit karena mengalami luka tembak.
Indonesia sebelumnya juga mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina agama Islam.
“Pernyataan tersebut telah melukai perasaan lebih dari 2 milyar orang muslim di seluruh dunia dan telah memecah persatuan antar umat beragama di dunia,” ujar Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui keterangan tertulis.
Indonesia berpandangan kebebasan berekspresi tidak bisa dilakukan dengen mencederai kehormatan, kesucian, dan kesakralan nilai serta simbol agama.
Sebagai negara demokrasi dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia mengajak seluruh negara mendorong toleransi antar-umat beragama di tengah situasi pandemi saat ini.
Sebelumnya, Macron memicu kemarahan dunia Muslim dengan menuduh Muslim Prancis melakukan "separatisme", dan menggambarkan Islam sebagai "agama yang sedang dalam krisis".
Kejadian ini bertepatan dengan pembunuhan seorang guru bahasa Prancis, Samuel Paty, yang memperlihatkan karikatur Nabi Muhammad dari majalah Charlie Hebdo kepada murid-muridnya di kelas.
Macron memberikan penghormatan kepada Paty dan mengatakan Prancis "tidak akan melepaskan kartun kontroversial itu."
Beberapa negara Arab beserta Turki, Iran, dan Pakistan mengecam sikap Macron terhadap Muslim dan Islam.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan presiden Prancis itu membutuhkan "rehabilitasi mental".