Pizaro Gozali İdrus
10 April 2018•Update: 10 April 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Indonesia meminta Pakistan dan India dapat menyelesaikan persoalan Kashmir merespons kekerasan yang terus berlanjut.
Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri Ferdy Piay mengatakan Indonesia memiliki hubungan baik dengan Pakistan dan India.
Indonesia, kata Ferdy, meyakini kedua negara tersebut dapat duduk bersama untuk menyelesaikan masalahnya secara bilateral.
“Sebagaimana isu-isu perbatasan yang dihadapi oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia,” ujar Ferdy saat dihubungi Anadolu Agency, Selasa.
Ferdy mengatakan India dan Pakistan telah sepakat untuk menyelesaikan perselisihan secara bilateral di meja perundingan sejak tahun 1972.
“Proses tersebut masih terus berlangsung hingga saat ini,” jelas Ferdy.
Menurut Ferdy, situasi di Jammu-Kashmir tak bisa dilepaskan dengan sejarah panjang Pakistan sejak berpisah dengan India.
“Kedua negara sudah tiga kali terlibat perang terbuka yang menimbulkan korban jiwa karena masalah perbatasan,” ujar Ferdy.
Kerja sama Indonesia-Pakistan
Ferdy menambahkan, Indonesia telah menjalin kerja sama ekonomi dengan Pakistan. Sejauh ini, kerja sama ekonomi Indonesia dengan Pakistan menunjukan perkembangan yang sangat positif.
“Terutama setelah berlakunya Preferential Trade Agreement (PTA) yang ditandatangani pada 2012,” jelas Ferdy.
Ferdy menuturkan pada kunjungan Presiden Joko Widodo ke Islamabad, Januari lalu, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi.
“Kita juga akan memulai rangkaian pembicaraan perluasan PTA pada semester pertama tahun 2018 ini,” tukas Ferdy.
Sebelumnya, Pakistan meminta perhatian pemerintah Indonesia mengenai krisis di Kashmir yang telah menewaskan banyak orang.
“Rakyat Indonesia mendukung penuh Palestina dan Rohingya, tapi sayangnya dalam masalah Kashmir masih diam,” ujar Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Muhammad Aqil Nadeem dalam Kashmir Solidarity Forum di Jakarta, Jumat lalu.
Aqil mengatakan Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim seharusnya lebih peduli terhadap situasi HAM di Kashmir.
Kashmir, wilayah yang berpenduduk mayoritas Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan di beberapa bagian wilayahnya, namun diklaim secara penuh oleh keduanya.
India dan Pakistan telah bertempur dalam tiga perang, pada 1948, 1965 dan 1971. Dua di antaranya memperebutkan Kashmir. Sejak 1989, ribuan orang dilaporkan tewas dalam konflik tersebut.
Kelompok pejuang Kashmir di Jammu-Kashmir telah memperjuangkan kemerdekaan melawan pemerintah India, atau untuk memperjuangkan persatuan dengan negara tetangga, Pakistan.
India menempatkan sebanyak lebih dari setengah juta tentara di wilayah sengketa tersebut.