Muhammad Abdullah Azzam
06 Oktober 2020•Update: 08 Oktober 2020
Muhammet Kurşun
TEHERAN
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan bahwa integritas wilayah Azerbaijan harus dihormati sehubungan dengan konflik Nagorno-Karabakh.
Pernyataan itu diungkapkan Khatibzadeh selama konferensi pers pada Senin di gedung Kementerian Luar Negeri Iran di Teheran.
Menanggapi pertanyaan wartawan Anadolu Agency apakah senjata yang dikirim ke Armenia melalui wilayah Iran, Khatibzadeh membantah isu tersebut.
"Iran adalah perbatasan transit untuk Armenia dan kami berkomitmen dalam kerangka hubungan bertetangga baik untuk menggunakan perbatasan ini hanya untuk menyeberangi barang-barang kemanusiaan bagi pemerintah dan rakyat Armenia, [dan] kendaraan militer tidak diizinkan lewat dengan cara apa pun,” Kata Khatibzadeh.
Juru bicara Iran itu menyerukan Armenia agar mengakhiri pendudukan di wilayah Karabakh, dan menambahkan bahwa Iran ingin masalah ini diselesaikan secara permanen bukan untuk sementara.
Dia menekankan bahwa kedua pihak yang bertikai harus segera menghentikan bentrokan bersenjata dan memulai pembicaraan politik.
Hubungan antara kedua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Berbagai resolusi PBB, serta banyak organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan penjajah.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) - dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil. Gencatan senjata disepakati pada tahun 1994.
Banyak kekuatan dunia, termasuk Rusia, Prancis dan AS, mendesak gencatan senjata segera. sementara Turki mendukung hak Azerbaijan untuk membela diri.