Mustafa Melih Ahishali
06 Juni 2018•Update: 06 Juni 2018
Mustafa Melih Ahishali
TEHERAN
Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) sedang memulai persiapan untuk pengayaan uranium, yang berada di bawah kerangka Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), yang dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran.
Presiden AEOI Ali-Akbar Salehi mengumumkan hal itu pada Selasa, setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei menginstruksikan untuk memproduksi 190.000 sentrifugal nuklir ke AEOI sehari sebelumnya.
Menurut Salehi, jika negara-negara yang menandatangani kesepakatan nuklir tidak menepati janji dan tidak mencabut sanksi, mereka berencana untuk mengembangkan program nuklir yang lebih maju daripada yang disepakati dengan JCPOA.
Dia menekankan bahwa program nuklir Iran adalah kegiatan yang damai dan sejalan dengan prinsip-prinsip Badan Energi Atom Internasional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bulan lalu menarik AS keluar dari perjanjian nuklir dengan Iran, dengan mengklaim bahwa Iran telah menjalankan program rahasia untuk membangun senjata nuklir.
JCPOA ditandatangani oleh Teheran dan negara-negara besar dunia, yakni Tiongkok, Rusia, Prancis, Inggris, AS, dan Jerman.