Rhany Chairunissa Rufinaldo
21 Juni 2019•Update: 24 Juni 2019
Muhammet Kursun
TEHERAN
Iran memprotes pelanggaran wilayah udara yang dilakukan oleh drone mata-mata Amerika Serikat yang jatuh pada Kamis.
"Dalam sebuah panggilan telepon darurat, Wakil Menteri Luar Negeri Seyyed Abbas Araqchi menyampaikan protes kepada Duta Besar Swiss di Teheran Markus Leitner, yang negaranya mewakili kepentingan AS di Teheran," kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan, Jumat.
Pada Kamis, militer Iran merilis sebuah video yang memperlihatkan insiden jatuhnya pesawat pengintai AS di Selat Hormuz.
Iran dan AS kemudian memiliki pendapat berbeda soal lokasi jatuhnya drone tersebut.
Teheran mengklaim bahwa pesawat tanpa awak itu melanggar wilayah udaranya, sementara Washington bersikeras bahwa itu adalah wilayah udara internasional.
Araqchi menegaskan ada bukti tak terbantahkan bahwa pesawat tak berawak itu telah melanggar wilayah udara Iran.
"Ini bukan pertama kalinya orang Amerika melakukan tindakan seperti itu. Ini telah terjadi beberapa kali sebelumnya," tegas dia.
Araqchi menambahkan bahwa Teheran tidak akan ragu-ragu untuk secara tegas mempertahankan wilayahnya dari agresi apa pun.
Setelah insiden itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran membuat kesalahan yang sangat besar.
Pernyataan yang dia tulis di Twitter itu muncul di tengah meningkatnya permusuhan antara Washington dan Teheran di Teluk Persia.