01 April 2018•Update: 02 April 2018
Hacer Baser dan Esat Firat
YERUSALEM
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman membela serangan fatal yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap warga Palestina yang menggelar demonstrasi damai sehari sebelumnya.
"Saya menghormati tentara Israel yang menjaga perbatassn Israel, sehingga warga Israel bisa merayakan hari ray dengan damai," ungkap Netanyahu seperti dilansir dari harian Israel Haaretz, Sabtu.
"Israel akan bersikap tegas untuk melindungi kedaulatannya dan menjaga keamanan warganya," kata dia, merujuk pada tewasnya 15 warga Palestina dalam demonstrasi memperingati Land Day.
Lieberman mengkritik permintaan untuk menyelidiki serangan mematikan itu, mengatakan bahwa pihak-pihak yang ingin mendalami kasus tidak bersikap logis.
"Saya tidak mengerti sekumpulan orang munafik yang meminta diadakannya penyelidikan. Mereka kebingungan dan mengira bahwa Hamas yang mengorganisir Festival Woodstock kemarin dan kita harus memberikan bunga kepada mereka," dia bercuit di Twitter.
Menurut dia, pendemo Palestina itu adalah "anggota Hamas" dan tentara Israel "mencegah" aktivitas terlibat dengan sayap militer Hamas.
Pendapat Netanyahu dan Lieberman tersebut tidak didukung oleh banyak komunitas internasional dan sejumlah pejabat pemerintahan telah menyuarakan keprihatinannya terhadap serangan tersebut, termasuk Jerman, Irak, dan Inggris.
Netanyahu juga mendapat perlawanan dari dalam negeri. Tamar Zandberg dari partai sayap kiri Meretz menuntut diadakannya investigasi terkait peristiwa tersebut dan mengatakan warga Palestina merupakan sasaran dalam demonstrasi.
Setidaknya 15 warga Gaza tewas dan ratusan lainnya terluka pada Sabtu ketika pasukan Israel menembaki demonstran saat menggelar Land Day.
Land Day adalah peringatan tahunan Palestina untuk mengenang tewasnya enam warga Arab Israel yang dibunuh pasukan Israel pada 1976 ketika mendemo penyitaan tanah di Israel Utara.
Sebanyak 49 orang lainnya terluka pada Sabtu akibat tembakan Israel saat warga Palestina berkumpul dekat perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza.
Aksi protes pada Jumat merupakan awal dari aksi enam minggu yang puncaknya berlangsung pada 15 Mei, hari yang disebut warga Palestina sebagai "Nakba" atau "Bencana" yakni ketika Israel berdiri.
Demonstran menuntut agar pengungsi Palestina mendapat hak kembali ke kota dan desa asalnya ketika mereka terusir pada 1948 silam akibat didirikannya Israel.