Maria Elisa Hospita
28 September 2018•Update: 28 September 2018
Anees Suheil Barghouti
YERUSALEM
Israel mengumumkan telah mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk membuka kembali perbatasan utamanya dengan Suriah bagi pasukan PBB.
"Jalur perlintasan akan dibuka kembali seperti sebelumnya," kata Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman selama kunjungannya ke perbatasan Quneitra di Dataran Tinggi Golan.
Jalur perlintasan Quneitra ditutup sejak empat tahun lalu akibat konflik Israel dengan negara tetangga, Suriah, memanas.
Menurut Lieberman, setelah jalur itu dibuka kembali, petani Druze di Golan akan dapat menjual hasil panen mereka di Suriah, sementara perempuan Druze diperbolehkan menyeberang ke Suriah untuk menikah.
Dalam kesempatan yang sama, Lieberman mencela komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan dukungannya terhadap solusi dua negara sebagai solusi akhir konflik Israel-Palestina.
"Negara Palestina tidak menguntungkan saya. Yang saya inginkan adalah negara Yahudi yang aman," tegas dia.