Rhany Chairunissa Rufinaldo
10 April 2019•Update: 10 April 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Jepang mengatakan pihaknya tidak akan mengikuti langkah Amerika Serikat yang menetapkan pasukan militer elit Iran sebagai teroris, lansir media lokal.
Menurut NHK World TV, Menteri Luar Negeri Taro Kono pada Selasa mengatakan bahwa Jepang tidak akan menyebut Korps Garda Revolusi (RGC) Islam Iran sebagai kelompok teroris.
"Jepang tidak punya niat untuk mengikuti langkah itu ... Penghentian pembangunan rudal Iran adalah apa yang diperlukan untuk stabilitas regional," ujar Kono kepada wartawan.
Presiden AS Donald Trump pada Senin menyatakan RGC sebagai organisasi teroris asing.
Langkah AS itu menandai pertama kalinya sebuah lembaga pemerintah secara resmi ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Sebagai balasan, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Senin secara resmi menetapkan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) sebagai organisasi teroris.
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menggambarkan tindakan AS itu sebagai sebuah hadiah untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelum pemilihan umum 9 April lalu.