Ayhan Şimşek
24 Desember 2021•Update: 25 Desember 2021
BERLIN
Jerman bersiap menghadapi lonjakan kasus virus korona pada awal bulan depan karena varian omicron yang menyebar dengan cepat, ungkap menteri kesehatan negara itu Karl Lauterbach pada Kamis.
“Kami belum menyaksikan gelombang omicron yang besar dan cepat di negara kami, syukurlah. Tetapi situasinya akan berubah pada akhir tahun dan pada minggu pertama Januari,” kata Lauterbach kepada radio publik WDR2.
Dia meminta warga untuk secara ketat mengikuti langkah-langkah penanganan pandemi selama musim liburan Natal, dan mendapatkan suntikan booster Covid-19 untuk melindungi diri mereka dari varian omicron.
Institut Robert Koch, badan pengendalian penyakit negara itu, pada Kamis mengkonfirmasi 44.927 infeksi virus corona harian baru dan 425 kematian terkait penyakit itu.
Otoritas kesehatan sejauh ini melaporkan 3.198 kasus omicron di Jerman, tetapi para ahli mengatakan jumlah sebenarnya bisa jauh lebih tinggi dari itu.
Setidaknya satu orang meninggal setelah dites positif omicron, dan 48 pasien telah mendapat perawatan di rumah sakit.
Kanselir Jerman Olaf Scholz dan perdana menteri negara bagian federal menyepakati pembatasan yang lebih ketat pada Selasa, yang akan mulai berlaku paling lambat pada 28 Desember.
Menurut aturan baru, acara olahraga skala besar seperti pertandingan sepak bola akan berlangsung tanpa penonton.
Pesta dan pertemuan publik besar akan dilarang pada Malam Tahun Baru, maksimal 10 orang akan diizinkan bertemu di dalam atau di luar ruangan, jika semua orang sudah divaksinasi.