Ayhan Şimşek
01 Februari 2018•Update: 02 Februari 2018
Ayhan Şimşek
BERLIN
Jerman akan tetap menempatkan kedutaan besar mereka di Tel Aviv hingga ditemukan solusi dua negara untuk Israel dan Palestina, kata Menteri Luar Negeri Sigmar Gabriel pada Rabu.
Gabriel mengatakan langkah pemindahan kedutaan besar Jerman ke Yerusalem hanya akan dilakukan setelah ada negosiasi untuk mencari solusi.
"Jerman menanti hari dimana kami bisa memindahkan kedutaan kami di Israel ke Yerusalem. Namun saya harus menambahkan: di dua negara yang memiliki Yerusalem sebagai ibu kota. Tidak ada jalur pintas untuk itu," terang Gabriel.
Dia mengatakan kedua pihak "memiliki aspirasi yang sah terkait Yerusalem", dan jawabannya hanya bisa ditemukan melalui perundingan.
"Kami yakin langkah ini harus diambil setelah penerapan solusi dua negara berdasarkan kesepakatan 1967. Hingga momen itu datang, kami akan terus menaati hukum internasional mengenai status teritori yang dijajah," jelasnya.
Pada Desember 2017 lalu, Presiden AS Donald Trump secara formal mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Langkahnya itu disambut kecaman internasional.
Yerusalem tetap menjadi pusat konflik Israel-Palestina, dengan Palestina yang mengharapkan Yerusalem Timur -- saat ini masih diduduki Israel -- menjadi ibu kota negaranya kelak.