Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Agustus 2018•Update: 16 Agustus 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Menurut laporan media pada Rabu, Kanada pernah meminta pembebasan aktivis HAM di Arab Saudi 3 tahun sebelum permintaan yang sama dilayangkan via Twitter dan memicu ketegangan di antara kedua negara.
Pada saat itu Menteri Luar Negeri Stephane Dion bertemu secara pribadi dengan rekannya dari Saudi Adel Al-Jubeir pada 15 Desember 2015 dan mendesak pembebasan Raif Badawi, yang menerima hukuman 10 tahun pada 2012 setelah mempromosikan sekularisme, demokrasi dan hak asasi manusia melalui blognya.
Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Kanada pernah mencoba diplomasi yang tenang dan melawan kritik bahwa pemerintah Trudeau melakukan kesalahan menggunakan diplomasi publik melalui Twitter untuk menyerukan pembebasan aktivis.
Arab Saudi yang merasa cuitan Kanada adalah bentuk ikut campur dalam urusan domestiknya, mengambil tindakan penghukuman. Di antaranya dengan mengusir duta besar Kanada, memanggil pulang duta besarnya, melarang perdagangan baru antara kedua negara dan memerintahkan sekitar 16.000 pelajar dan dokter Saudi untuk meninggalkan Kanada.
Perselisihan yang meletus awal bulan ini terus berlanjut dan baru-baru ini memunculkan video berisi berita palsu dan tidak akurat tentang Kanada yang ditayangkan di stasiun TV nasional Saudi, Al Arabiya.
Laporan itu mengatakan Kanada memperlakukan wanita lebih buruk daripada negara lain dan memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia, tidak satupun dari klaim tersebut benar.
Video itu kemudian menyatakan bahwa Kanada memperlakukan suku asli dengan cara yang sama seperti Rohingya diperlakukan di Myanmar, yang disebut PBB sebagi pembersihan etnis. Sekali lagi, klaim tentang penganiayaan terhadap penduduk asli adalah tidak benar.
Mengenai masalah hak asasi manusia, laporan itu menuduh Kanada "memenjarakan kasus-kasus tanpa kekerasan" dan bahwa mereka telah menangkap orang atas "kebebasan berpendapat."
Menurut Arab Saudi, salah satu yang diduga dipenjara adalah profesor Universitas Toronto Jordan Peterson, yang ide-ide dalam bukunya "12 Rules for Life" dikritik. Namun sebenarnya, dia belum pernah ditangkap dan masih mengajar.
Pemerintah Kanada belum bereaksi terhadap video Al Arabiya itu, seperti langkah mereka yang tidak akan melakukan tindakan balasan terhadap langkah hukuman kerajaan Saudi.
Sanksi diplomatik dan perdagangan Arab Saudi diberlakukan awal bulan ini dan kerajaan Saudi mengatakan Kanada harus meminta maaf atas "kesalahan besar" ini.
Perdana Menteri Justin Trudeau bereaksi terhadap itu dengan mengatakan bahwa Kanada tidak akan meminta maaf karena membela nilai-nilai Kanada dan hak asasi manusia, bahkan jika itu menyinggung sekutu seperti Arab Saudi.