Muhammad Abdullah Azzam
03 Oktober 2020•Update: 04 Oktober 2020
Cüneyt Karadağ
BERLIN
Uni Eropa ingin mengembangkan dialog konstruktif dan hubungan positif dengan Turki, ungkap Kanselir Jerman Angela Merkel pada Jumat.
Dia memberikan pernyataan itu di Brussel setelah pertemuan dua hari para pemimpin Uni Eropa yang berfokus pada masalah internasional, ketegangan baru-baru ini di Mediterania Timur dan hubungan masa depan dengan Turki.
"Kami melakukan diskusi yang sangat panjang dan detail tentang hubungan kami dengan Turki. Kami sampai pada kesimpulan bahwa kami ingin mengadakan dialog yang konstruktif dengan Turki, kami ingin memiliki agenda yang positif," kata Merkel, menambahkan bahwa KTT itu telah membuka "jendela peluang" untuk kerja sama yang lebih erat dengan Ankara.
Merkel menegaskan kembali solidaritas UE dengan anggotanya Yunani dan Siprus Yunani menyusul ketegangan baru-baru ini di kawasan itu, tetapi juga menggarisbawahi bahwa blok itu ingin melihat solusi diplomatik untuk perselisihan ini dan menginginkan hubungan baik dengan Turki.
Kanselir Jerman mengatakan pembicaraan untuk kerja sama yang lebih erat antara UE dan Turki dalam beberapa bulan mendatang akan berfokus pada perjanjian UE-Turki 2016, masalah migrasi, perdagangan, modernisasi Uni Bea Cukai, dan pembebasan visa.