Maria Elisa Hospita
28 Mei 2018•Update: 29 Mei 2018
Mohamad Misto and Selen Temizer
RAQQAH, Suriah / ANKARA, Turki
Ketegangan meningkat setelah bentrokan antara kelompok Arab dan organisasi teror YPG/PKK bentrok di utara kota Raqqah, Suriah.
Bentrokan itu dipicu oleh aksi protes terhadap perekrutan puluhan pemuda daerah oleh kelompok teror YPG/PKK yang juga berupaya mengusir warga Arab di kota itu.
Pada 17 Oktober 2017, YPG/PKK yang didukung pasukan Amerika Serikat mengusir teroris Daesh dari Raqqah. Lebih dari 2.000 warga sipil tewas dalam operasi itu.
Kelompok aktivis Raqqah Sedang Dibantai Diam-Diam (RBSS) merilis laporan pada 17 Oktober 2017, bahwa 90 persen kota telah dihancurkan selama operasi.
Pada 14 Desember 2017, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyebutkan bahwa 2.371 warga sipil - termasuk 562 anak-anak - tewas dalam operasi dan sekitar 450.000 jiwa mengungsi.
Setelah memegang kendali, para anggota YPG / PKK mulai menjarah kota. Mereka juga memblokir pintu masuk bagi warga sipil, yang melarikan diri dari bentrokan dan ingin kembali ke kota.
YPG / PKK adalah cabang jaringan teroris PKK di Suriah, yang telah melancarkan perang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun.
PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa, bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.