Maria Elisa Hospita
04 April 2019•Update: 06 April 2019
Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Seorang turis asal Amerika dan pemandu wisatanya diculik oleh kelompok orang bersenjata di sebuah taman bermain populer di barat daya Uganda.
Empat pria bersenjata menyergap sebuah kendaraan yang mengangkut wisatawan di Taman Nasional Queen Elizabeth pada Selasa malam, kemudian menculik dua penumpang dari kendaraan tersebut.
Mereka yang diculik telah diidentifikasi sebagai Kimbley Sue Endecott, seorang warga Amerika berusia 35 tahun, dan Jean Paul, seorang pemandu wisata dan sopir asal Uganda.
“Para penculik minta tebusan USD500.000. Kami meyakini bahwa uanglah yang menjadi motif penculikan itu," kata juru bicara kepolisian, Polly Namaye.
Dia juga mengkonfirmasi bahwa dua wisatawan lainnya yang berada di dalam mobil dalam keadaan baik-baik saja.
"Kedutaan Besar AS di Kampala telah diberitahu tentang warganya yang hilang, sekaligus upaya penyelamatannya dan pemandu wisata kami," jelas Namaye.
Taman Nasional Queen Elizabeth adalah salah satu cagar alam paling terkenal di Afrika Timur.
Taman itu membentang sekitar 1.978 kilometer persegi di sepanjang perbatasan Uganda dengan Republik Demokratik Kongo (DRC).
Beberapa kelompok milisi beroperasi di DRC, dekat perbatasan Uganda, tetapi sejauh ini tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas penculikan itu.
Menurut surat kabar Daily Monitor, pada 1999, pemberontak Rwanda membunuh delapan wisatawan asing di Taman Nasional Queen Elizabeth, yang kemudian menyebabkan industri pariwisata Uganda terpuruk.
Para pemberontak adalah bagian dari kelompok milisi yang terlibat dalam genosida Rwanda 1994 sebelum melarikan diri ke DRC.