Maria Elisa Hospita
24 Januari 2018•Update: 25 Januari 2018
Ekip
JOHANNESBURG
Musisi jazz ternama dan mantan aktivis anti-apartheid asal Afrika Selatan, Hugh Masekela, meninggal dunia di usia 78, setelah berjuang melawan penyakit kanker prostat.
"Setelah perjuangan panjang melawan penyakit kanker prostat, dia meninggal dunia dengan tenang di Johannesburg, Afrika Selatan," kata keluarga Masekela lewat pernyataan, Selasa.
Masekela yang dikenal sebagai "bapak jazz Afrika Selatan" menggubah lagu-lagu yang bertemakan perjuangan hak-hak kaum minoritas Afrika Selatan yang ditindas dan dikucilkan.
Ketika kebrutalan apartheid di Afrika Selatan meningkat, Masekela diasingkan pada 1960 dan baru kembali ke rumah 30 tahun kemudian, yakni setelah Nelson Mandela dibebaskan dari penjara. Mandela adalah presiden berkulit hitam pertama di negara itu.
Masekela juga pernah tampil di konser pembukaan Kick-off Piala Dunia 2010 di Johannesburg.
Presiden Jacob Zuma mengatakan bahwa kepergian Masekela memberikan rasa kehilangan yang begitu besar bagi industri musik dan negara.
"Sumbangsihnya untuk perjuangan pembebasan tidak akan pernah terlupakan" ujar Zuma dalam sebuah pernyataan.
Menteri Seni dan Kebudayaan Afrika Selatan Nathi Mthethwa pun menyatakan bela sungkawa lewat cuitan: "Sebuah pohon baobab telah jatuh; bangsa ini telah kehilangan musisi legenda."
Mthethwa juga menyebut Masekela sebagai musisi legenda Afro-Jazz yang telah membangkitkan jiwa-jiwa Afrika Selatan melalui musik yang tak lekang oleh waktu.