Astudestra Ajengrastrı
29 Agustus 2018•Update: 29 Agustus 2018
Ali Abo Rezeg
KAIRO
Koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi pada Selasa berkata akan merespons laporan PBB yang mengatakan kejahatan perang mungkin telah terjadi di Yaman yang terkoyak perang.
Koalisi berkata "kami akan mengambil sikap yang tepat tentang laporan tersebut seltelah melakukan tinjuauan hukum," ujar koalisi melalui sebuah pernyataan.
Para ahli PBB di hari yang sama berkata bahwa sejumlah individu dalam Pemerintahan Yaman dan pasukan koalisi yang melakukan serangan di Yaman kemungkinan melakukan kejahatan perang.
"Kelompok Ahli memiliki alasan-alasan untuk meyakini bahwa beberapa individu di dalam Pemerintahan Yaman dan koalisi mungkin melakukan serangan yang melanggar prinsip-prinsip perbedaan, proporsionalitas dan tindakan pencegahan yang menjadikannya kejahatan perang," seperti tertulis dalam laporan setebal 41 halaman yang dirilis oleh para ahli di PBB, di bawah mandat Dewan HAM PBB.
Yaman telah terkoyak konflik sejak 2014, ketika para pemberontak Syiah Houthi mengambil alih beberapa bagian negara.
Konflik ini meningkat setahun kemudian ketika Arab Saudi dan sekutu-sekutunya meluncurkan kampanye militer besar-besaran untuk mengambil alih kembali wilayah Houthi di Yaman.
Riyadh menuduh kelompok pemberontak ini menjadi proksi untuk Iran, musuh bebuyutan Arab Saudi di wilayah.
Serangan udara dari pasukan koalisi telah menyebabkan "korban sipil terbanyak setelah menghantam area rumah tinggal, pasar-pasar, pemakaman, pernikahan, penjara-penjara, kapal-kapal sipil dan fasilitas-fasilitas medis."
Sekitar 6.600 rakyat sipil tewas dan 10.563 lainnya luka-luka dalam konflik Yaman sejak Maret 2015, kata Kantor HAM PBB yang memperingatkan kalau jumlah korban di lapangan bisa saja "lebih tinggi".
Laporan ini juga menggarisbawahi kejahatan-kejahatan yang dilakukan pasukan Houthi, termasuk membunuhi warga sipil dan merekrut anak-anak sebagai tentara.