01 April 2018•Update: 02 April 2018
Esref Musa
IDLIB, Suriah
Konvoi ke-12 yang membawa warga sipil dan pejuang oposisi dari Ghouta Timur tiba di pinggiran barat provinsi Aleppo dan Idlib pada Minggu.
Menurut koresponden Anadolu Agency di daerah itu, para pengungsi dibawa dari kota Arbin, Zamalka, dan Ain Tarma.
Konvoi hari Minggu terdiri dari bus yang membawa hampir 2.875 penumpang, termasuk korban luka, pasien medis, wanita, dan anak-anak.
Setidaknya 45.000 orang telah dievakuasi dari Ghouta Timur sejak proses evakuasi dimulai pada 22 Maret.
Pengungsi ditampung di pusat pengungsi sementara, dan di sekolah-sekolah lokal dan masjid, di Idlib dan Aleppo Suriah.
Evakuasi adalah bagian dari perjanjian yang diperantarai Rusia antara rezim Assad Suriah dan kelompok oposisi bersenjata.
Pada 24 Februari, Dewan Keamanan PBB menyepakati secara bulat Resolusi 2401 yang menginstruksikan gencatan senjata di Suriah -- terutama di Ghouta Timur -- supaya bantuan kemanusiaan bisa masuk.
Namun, terlepas dari resolusi itu, rezim dan sekutunya pada awal bulan ini meluncurkan serangan darat yang besar -- didukung oleh pasukan udara Rusia -- yang bertujuan untuk merebut sejumlah area dari distrik tersebut yang dikuasai oleh pihak oposisi.
Sejak 19 Februari, setidaknya 1.433 orang tewas dalam serangan oleh rezim dan sekutunya di Ghouta Timur, menurut sumber pertahanan sipil lokal.
Rumah bagi 400.000 orang warga, Ghouta Timur telah berada di bawah kepungan rezim selama lima tahun terakhir yang mencegah masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga.