Muhammad Abdullah Azzam
16 Oktober 2018•Update: 16 Oktober 2018
Omer Aydin
PARIS
Otoritas Prancis melaporkan korban tewas akibat banjir dan hujan lebat di wilayah Aude, bagian selatan negara tersebut, meningkat menjadi 13 orang.
Menurut pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Perancis, curah hujan tinggi di wilayah itu juga menyebabkan lima lainnya terluka berat dan kini mereka telah dirawat di rumah sakit.
Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri sementara Edouard Philippe akan melakukan penyelidikan di wilayah bencana. Pernyataan tersebut mengungkapkan sekitar 10 ribu rumah di sana tak mendapatkan pasokan listrik.
Banjir yang melanda 20 daerah di bagian selatan Prancis itu membuat otoritas mengeluarkan peringatan warna merah karena kondisi tersebut telah mencapai tingkat bencana alam.
Air yang mencapai ketinggian 1,5 meter lebih merendam banyak rumah dan toko, juga merusak sejumlah jembatan. Pemerintah juga membatalkan jadwal kereta antara Kota Narbonne dan Carcassonne.
Warga desa dan permukiman kecil di wilayah itu kini telah dievakuasi ke gedung-gedung olah raga atau gedung lainnya milik pemerintah.
Pemerintah telah meliburkan aktivitas pendidikan di wilayah tersebut dan meminta warga untuk tidak meninggalkan rumah mereka.
Para ahli menyebut fenomena hujan lebat di wilayah ini belum pernah terlihat sejak 1891.