Rhany Chairunissa Rufinaldo
31 Juli 2019•Update: 31 Juli 2019
Alex Jensen
SEOUL
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan Korea Utara menembakkan sejumlah proyektil tak dikenal ke perairan terbuka dari pantai timurnya Rabu pagi, hanya enam hari setelah negara itu menembakkan sepasang rudal balistik jarak pendek dari daerah yang sama.
Kantor berita lokal Yonhap melaporkan baik Seoul mau pun sekutunya Amerika Serikat masih memantau situasi tersebut karena belum jelas apakah peluncuran pekan ini melibatkan jenis proyektil yang sama seperti Kamis lalu.
Pyongyang dilarang menguji rudal balistik di bawah serangkaian resolusi Dewan Keamanan PBB.
Korea Utara sebelumnya menyatakan bahwa rudal yang diluncurkan pekan lalu adalah senjata pemandu taktis baru dan dimaksudkan sebagai peringatan bagi penghasut perang dari Korea Selatan menjelang latihan militer bersama dengan AS bulan depan.
Namun, Presiden AS Donald Trump tidak begitu mempermasalahkan uji coba rudal jarak pendek Korea Utara, menekankan bahwa Pyongyang telah menahan diri dari peluncuran jarak jauh melalui proses dialog denuklirisasi yang dimulai tahun lalu.
Masih belum jelas kapan atau apakah AS dan Korea Utara akan melanjutkan pembicaraan tingkat kerja, meskipun Trump sepakat untuk melakukannya dengan Kim Jong-un selama pertemuan mendadak mereka di perbatasan Korea bulan lalu.