Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 Maret 2021•Update: 25 Maret 2021
ANKARA
Hanya empat hari setelah menguji rudal jelajah, Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke Laut Timur (Laut Jepang) pada Kamis.
Rudal itu ditembakkan dari Kota Hamju, Provinsi Hamgyong Selatan, pada pagi hari, menurut Kantor Berita Yonhap.
"Otoritas intelijen Korea Selatan dan AS sedang menganalisis proyektil secara rinci, menimbang kemungkinan bahwa mereka bisa menjadi rudal balistik jarak pendek," kata petugas dari Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat seperti dikutip oleh Yonhap.
Pada Rabu, militer Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara telah menembakkan dua rudal jelajah di lepas pantai barat pada Minggu.
Rudal jelajah tidak dilarang berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Korea Utara, tetapi uji coba rudal balistik merupakan pelanggaran terhadap resolusi tersebut.
Kantor kepresidenan Korea Selatan telah mendesak pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional untuk membahas situasi tersebut dan menyatakan keprihatinan yang mendalam atas peluncuran proyektil terbaru oleh negara tetangganya itu.
Bereaksi atas tindakan tersebut, militer AS mengatakan peluncuran tersebut menunjukkan ancaman yang ditimbulkan oleh Korea Utara.
"Kegiatan ini menyoroti ancaman yang ditimbulkan oleh program senjata terlarang Korea Utara terhadap tetangganya dan komunitas internasional. Komitmen AS untuk membela Republik Korea tetap kuat," kata juru bicara Pasukan AS di Korea Kolonel Lee Peters.