Maria Elisa Hospita
27 Agustus 2019•Update: 28 Agustus 2019
Talha Ozturk
BELGRADE, Serbia
Presiden Kosovo Hashim Thaci memutuskan akan mengadakan pemilihan umum lebih awal, yaitu pada Minggu, 6 Oktober.
"Atas dasar tanggung jawab konstitusional dan hukum, presiden membuat keputusan untuk mengadakan pemilihan umum darurat untuk Majelis Kosovo pada 6 Oktober 2019," kata pernyataan kepresidenan pada Senin.
"Komisi Pemilihan Umum Kosovo diminta untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk penyelenggaraan pemilihan Majelis Republik Kosovo sesuai dengan undang-undang yang berlaku," tambah pernyataan itu.
Majelis Kosovo dibubarkan pada Kamis pekan lalu. Pembubaran itu didukung oleh mayoritas anggota parlemen.
Dari 120 anggota parlemen, 91 anggota hadir di pemungutan suara tersebut dan 89 dari mereka memilih untuk membubarkan parlemen.
Keputusan itu diambil untuk mempercepat pemilihan umum darurat setelah Perdana Menteri Ramush Haradinaj mengundurkan diri pada Juli.
Haradinaj mundur setelah pengadilan khusus di Den Haag menetapkannya sebagai tersangka kejahatan perang selama pemberontakan 1998-99 melawan pasukan Serbia.