Kanyshai Butun
02 Oktober 2026•Update: 02 Oktober 2026
Kremlin pada Jumat mengatakan Rusia tengah membalas serangan Ukraina di Laut Hitam dan menyatakan Kyiv “harus membayar harga” atas serangan maritim tersebut, menurut laporan kantor berita pemerintah Rusia, Tass.
Berbicara kepada wartawan, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Ukraina harus menanggung konsekuensi atas serangan-serangan tersebut.
“Ukraina sudah membayar harganya dan akan terus membayarnya,” kata Peskov.
Peskov mengatakan Moskow terus menjalankan apa yang disebutnya sebagai “operasi militer khusus,” istilah yang digunakan Rusia untuk menyebut perang di Ukraina yang dimulai pada 2022.
Menurut dia, salah satu tujuan utama operasi tersebut adalah menghentikan pengiriman amunisi, peralatan militer, dan bahan bakar melalui jalur laut kepada angkatan bersenjata Ukraina.
“Rezim Kyiv tidak menunjukkan kecenderungan untuk mencapai kesepakatan yang menyeluruh, sementara kesepakatan parsial tidak dapat membawa kita lebih dekat menuju penyelesaian damai. Kesepakatan harus bersifat menyeluruh,” katanya.
Peskov menambahkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis menegaskan bahwa Moskow menginginkan perdamaian, bukan sekadar gencatan senjata.
“Dia mengatakan kemarin bahwa kita tidak membutuhkan gencatan senjata, kita membutuhkan perdamaian,” tambahnya.