Idris Okuducu
09 Januari 2018•Update: 09 Januari 2018
Idris Okuducu
ERBIL, Irak
Perdana Menteri Pemerintah Regional Kurdi di Irak utara (KRG) Nechrivan Barzani, Senin, mengatakan bahwa mereka ingin membangun kembali "hubungan baik" dengan Turki.
"Turki adalah negara yang penting bagi KRG," kata dia.
Barzani menambahkan bahwa jalur dialog antara Turki dan KRG selalu terbuka.
“Kami berharap bisa bertemu dengan pejabat di Turki. Namun, hingga saat ini belum ada jadwal yang ditentukan untuk kunjungan ke Ankara," ujar Barzani.
Hubungan antara Ankara dan Erbil mencapai titik terendah setelah referendum kemerdekaan tidak sah yang diadakan KRG September lalu.
KRG juga berharap untuk dapat menggelar perundingan “tanpa syarat” dengan Baghdad untuk menyelesaikan perselisihan di antara keduanya, kata Barzani.
"Keputusan Parlemen Irak untuk memulai penyelidikan terhadap kejadian yang berlangsung di distrik Tuz Khurmatu adalah perkembangan yang baik," kata Barzani.
Tuz Khurmatu adalah kota berpenduduk mayoritas Turkmen di utara Provinsi Saladin yang direbut kembali oleh pasukan Irak pada Oktober lalu menyusul penarikan pasukan Peshmerga Kurdi di tengah ketegangan referendum kontroversial kemerdekaan daerah Kurdi.
Mengenai penetapan gubernur Kirkuk, Barzani mengatakan bahwa perundingan sedang berlangsung untuk menunjuk gubernur provinsi Kirkuk yang baru.
Pasca referendum tidak sah, pasukan federal pindah ke beberapa wilayah Irak "diperdebatkan" antara Baghdad dan KRG, termasuk provinsi Kirkuk yang kaya minyak.