20 Oktober 2017•Update: 22 Oktober 2017
Ahmed al-Masri, Safiye Karabacak
KUWAIT
Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jabir al-Sabah mengapresiasi sikap Ketua Parlemen Kuwait Marzouq Al-Ghanim yang memmbuat delegasi Israel meninggalkan ruangan dalam konferensi Organsisasi Parlemen Dunia di Rusia.
“Kami mengapresiasi Anda karena telah membuka topik Palestina di konferensi Parlemen Internasional, St. Petersburg, Rusia, tentang anggota-anggota parlemen Palestina yang ditahan di penjara Israel, dan tanggapan keras Anda kepada delegasi Israel yang menyebabkan ketua delegasi Israel meninggalkan ruangan,” ujar Emir Kuwait Sheikh Al-Sabah dikutip kantor berita Kuwait KUNA.
Emir Kuwait menggambarkan reaksi Al-Ghanim tersebut sebagai "sikap terhormat".
"Kami senang dengan sikap terhormat perwakilan negara-negara Arab saudara dan negara-negara yang mencintai perdamaian di Konferensi Parlemen Internasional tersebut," ujar Emir menerangkan sikap Al-Ghanim mencerminkan posisi Kuwait yang menuntut hak saudara-saudaranya di Palestina.
Pada sesi penutupan konferensi, komisi HAM Organisasi Parlemen Dunia (Inter-Parliamentary Union) memaparkan laporan mengenai kekerasan dan kejahatan Israel. Komisi HAM mendesak Israel membebaskan anggota-anggota parlemen Palestina yang ditahan.
Dalam pertemuan, Ketua Parlemen Kuwait Al-Ghanim memberikan rekasi keras kepada ketua delegasi Israel yang menolak laporan Komisi HAM. Al-Ghanim mengkritik sikap ketua delegasi Israel, Shai sebagai "penjahat dan pembunuh anak".
"Lakukan apa yang anda inginkan jika anda tidak malu,” ujar Al-Ghanim sambal menunjuk-nunjuk Shai.
Setelah mengeritik, Al-Ghanim meminta delegasi Israel meninggalkan konferensi. “Anda harus mengambil tas dan meninggalkan ruangan ini. Setelah melihat reaksi semua parlemen yang terhormat di dunia (mengutuk Anda)," ujar dia.