Berk Kutay Gökmen
29 April 2026•Update: 29 April 2026
Lebih dari separuh warga Amerika Serikat menyatakan kondisi keuangan mereka semakin memburuk, dengan banyak di antaranya khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan bulanan, menurut hasil jajak pendapat Gallup yang dirilis pada Selasa.
Survei tersebut menyebutkan prospek keuangan warga AS pada 2026 berada pada tingkat “terburuk dalam sejarah,” dengan 55 persen responden mengatakan kondisi keuangan mereka memburuk, meningkat dari 53 persen pada tahun lalu dan 47 persen pada 2024.
Ini menjadi tahun kelima berturut-turut di mana lebih banyak warga Amerika merasa kondisi keuangan mereka memburuk dibanding membaik. Gallup mencatat, periode serupa terakhir kali terjadi saat Resesi Besar pada 2007–2009.
Sebanyak 62 persen responden mengaku khawatir tidak memiliki cukup dana untuk masa pensiun, sementara 60 persen cemas tidak mampu menanggung biaya medis jika terjadi kecelakaan serius atau penyakit berat. Selain itu, 54 persen menyatakan kekhawatiran terhadap hasil investasi dan kemampuan mempertahankan standar hidup.
Hampir separuh responden juga mengaku khawatir terhadap biaya layanan kesehatan rutin. Sebanyak 41 persen menyatakan kesulitan membayar tagihan bulanan, dan 40 persen mencemaskan biaya pendidikan tinggi.
Gallup menyebut kekhawatiran terkait keterjangkauan menjadi faktor dominan tahun ini, dengan isu inflasi, biaya energi, perumahan, dan layanan kesehatan, serta biaya pendidikan, transportasi, dan pengasuhan anak jauh melampaui jenis kekhawatiran keuangan lainnya.
Survei tersebut juga mencatat kenaikan harga konsumen baru-baru ini menyebabkan kesulitan finansial bagi sekitar 55 persen responden. Sekitar 13 persen menyebut kenaikan harga minyak dan gas sebagai kekhawatiran, meningkat 10 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.