Maria Elisa Hospita
07 Desember 2018•Update: 07 Desember 2018
Jihad Nasr
TRIPOLI
Libya akan menggelar referendum mengenai konstitusi permanen negara itu pada Januari.
"Pemilihan akan diadakan pada paruh pertama Januari," kata kepala Komisi Pemilihan Umum Emad al-Sayeh dalam konferensi pers di Tripoli, Kamis.
Dia menambahkan bahwa hasil pemungutan suara akan diumumkan pada akhir Februari "jika semuanya berjalan dengan lancar".
Pada 14 September, parlemen yang berpusat di Libya mengesahkan undang-undang untuk mendukung referendum permanen.
"Komisi telah menyelesaikan semua persiapan untuk referendum," jelas al-Sayeh.
"Sayangnya, posisi beberapa partai politik masih kabur dan kami tidak melihat sambutan atau dukungan dari pihak mana pun," kata dia lagi.
Hingga saat ini, belum ada partai politik yang mengumumkan posisi resmi mereka dalam pemungutan suara.
Libya tetap dirundung gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan tewasnya Presiden Muammar Gaddafi yang telah berkuasa selama empat dekade.
Saat ini dua kursi kekuasaan bersaing di Libya, yakni pemerintah persatuan nasional di Tripoli yang diakui secara internasional dan pemerintah yang didukung majelis legislatif yang berbasis di Kota Tobruk.