Maria Elisa Hospita
03 Juli 2019•Update: 04 Juli 2019
Gulsen Topcu
TRIPOLI
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB menuding pasukan yang setia kepada komandan Khalifa Haftar membunuh migran ilegal yang tinggal di penampungan di ibu kota.
Juru bicara GNA untuk Kementerian Kesehatan, Fawzi Unayyis, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa jet tempur yang terafiliasi dengan Haftar menyerang area penampungan.
Serangan itu menewaskan setidaknya 30 migran.
Unayyis juga memperingatkan jumlah korban jiwa bisa bertambah karena ada puluhan orang yang mengalami luka berat.
Al-Mabruk Abdulhafez, seorang petugas migrasi senior, mengatakan kepada stasiun TV Libya bahwa ada 120 migran gelap yang tinggal di fasilitas yang terkena pasukan Haftar.
Libya masih dilanda gejolak sejak 2011 ketika pemberontakan yang didukung NATO menewaskan Presiden Muammar Gaddafi setelah lebih dari empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya telah menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing. Satu di Tobruk, dan satu lagi di Tripoli.
*Ditulis oleh Ali Murat Alhas