14 Oktober 2017•Update: 16 Oktober 2017
Santiago Serna
BOGOTA, Kolombia
Sebanyak 33 hakim dari pengadilan tinggi Venezuela disumpah dalam upacara di Amerika Serikat (AS) pada Jumat untuk mulai beroperasi dalam pengasingan.
Supreme Tribunal of Justice (TSJ), dirancang oleh Majelis Nasional dimana pihak oposisi adalah mayoritas, mengambil sumpah di kantor pusat Organisasi Amerika Serikat (OAS) blok regional di Washington.
Hakim akan mulai bekerja pada 13 Oktober dan TSJ akan dinamakan Mahkamah Agung dalam Pengasingan.
"Kami telah berhasil mengintegrasikan pengadilan berkat dukungan internasional dan terutama rakyat Venezuela," kata Miguel Angel Martin, yang ditunjuk sebagai Kepala TSJ oleh Majelis Nasional, dalam upacara yang dihadiri oleh Sekretaris Jenderal OAS Luis Almagro.
"Kami akan mengambil langkah hukum berdasarkan hukum internasional publik. Kami akan melindungi rakyat Venezuela dari pelecehan kemanusiaan, pencucian uang, dan korupsi yang berlangsung di dalam pemerintahan Venezuela. Kami akan menampilkan wajah dan nama orang-orang yang telah menenggelamkan Venezuela ke dalan krisis politik kepada pemerintah," imbuh Martin.
Almagro mengatakan bahwa "sanksi merupakan cara untuk menundukkan rezim Venezuela".
AS telah memberikan sanksi dan mengancam aksi militer terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.
Seorang tokoh pemerintahan Sonia Medina menghadiri upacara untuk mensertifikasi tindakan yang diambil oleh pengadilan tinggi dan mengatakan bahwa pengadilan tinggi menjadi contoh yang baik.
"Instalasi dan operasi TSJ merupakan kejadian krusial karena ini merupakan peristiwa pertama yang terjadi di Amerika dan diizinkan oleh blok regional OAS. Para hakim yang tidak berada di Washington akan menjalankan sidang dari Bogota atau dari kedutaan besar yang berbeda," kata Medina.
Para hakim yang ditunjuk oleh parlemen telah disembunyikan selama dua bulan lebih di sejumlah kedutaan besar di Caracas atau diasingkan ke negara-negara lain. Salah satunya dijadikan tahanan rumah di Venezuela.
"Keputusan yang diambil oleh pengadilan akan dilakukan, tapi masalahnya rezim diktator Venezuela tidak akan mengizinkan [pengadilan] untuk menjalankan keputusan tersebut di negaranya. Pengasingan TSJ adalah sah dan akan memprioritaskan gugatan hukum terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Venezuela," kata pengacara Carlos Ramirez Lopez.
Majelis Nasional mencopot otoritas TSJ dan membatalkan operasinya di Venezuela karena beberapa hakim setia kepada pemerintahan kontroversial yang dilakukan oleh Majelis Konstituen Nasional (National Constituent Assembly).
Hakim yang diasingkan akan diakui oleh OAS dan 12 negara regional yang menandatangani Deklarasi Lima pada Agustus yang beraksi di bawah pemerintahan nonkonstitusional Maduro.
Pada April, Maduro mengisyaratkan Venezuela akan mengabaikan OAS yang dituduh membantu menimbulkan ketidakstabilan ekonomi dan politik sebagai bagian dari rencana Washington untuk menggulingkan pemerintahan.
Venezuela baru bisa keluar dari OAS pada 2019.
Maduro telah mengancam para hakim yang dipilih oleh Majelis Nasional bahwa mereka akan dipenjara, mendesak Kolombia, Cili, Meksiko, dan AS untuk menawarkan suaka kepada para hakim tersebut.
* Daniela Mendoza berkontribusi untuk artikel ini dari Bogota, Kolombia.