Emre Aytegin
21 Juni 2018•Update: 22 Juni 2018
Emre Aytegin
KUALA LUMPUR, Malaysia / ANKARA, Turki
Pemerintah baru Malaysia berencana menarik semua pasukannya dari Arab Saudi, menurut pernyataan Menteri Pertahanan Mohamad Sabu baru-baru ini.
Dalam pernyataan pada hari Rabu yang disampaikan oleh Kantor Berita Nasional Malaysia, Sabu memperingatkan bahwa mempertahankan kehadiran militer di kerajaan kaya minyak berisiko menyeret negara itu ke dalam konflik regional.
Dengan mengingat hal tersebut, menteri pertahanan mengatakan, Malaysia harus mempertimbangkan kembali kebijakannya mempertahankan tentara di sana.
Dia pun menekankan bahwa pasukan Malaysia tidak mengambil bagian dalam operasi militer Saudi yang sedang berlangsung di Yaman atau mereka yang dilancarkan terhadap kelompok teroris Daesh.
“Malaysia selalu menjaga netralitasnya; tidak pernah mengejar kebijakan luar negeri yang agresif, ”Sabu menegaskan.
"Keanggotaan kami dalam Gerakan Non-Blok selama Perang Dingin adalah contoh terbaik dari ini," tambahnya.
Oleh karena itu, Sabu mengatakan, pemerintah akan "mempertimbangkan kembali" keputusan mantan Perdana Menteri Najib Razak untuk mengirim pasukan Malaysia ke Arab Saudi.
Namun hingga kini belum jelas, tepatnya berapa banyak pasukan Malaysia yang telah dikerahkan di sana.