Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 Mei 2019•Update: 23 Mei 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Media Korea Utara pada Rabu mengecam Joe Biden, calon presiden AS dari partai Demokrat, setelah dia mengkritik Kim Jong-un.
Biden, yang juga mantan wakil presiden, baru-baru ini mengkritik Presiden AS Donald Trump dan mengaitkannya dengan Kim.
"Apakah kita bangsa yang merangkul para diktator dan tiran seperti [Vladimir] Putin dan Kim Jong-un? Kami tidak, tetapi Trump melakukannya," ujar dia.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) menanggapi pernyataan itu dengan kecaman.
"Apa yang dia [Joe Biden] ucapkan hanyalah kecanggihan kehilangan kualitas dasar sebagai manusia, apalagi seorang politisi," kata yang dikelola pemerintah, menanggapi pernyataan itu.
Kantor berita itu mengatakan bahkan di dalam partainya sendiri, Biden dituduh melakukan tindakan vulgar dan ujaran yang melecehkan wanita dan pernyataannya yang tidak bijaksana.
“Sudah diketahui dunia bahwa dia mendapat nilai F selama di universitas karena menjiplak artikel orang lain dalam makalahnya dan harus menyerah sebagai kandidat presiden pada 1988 karena menjiplak pidato politisi Inggris, yang menyebabkan kehebohan publik,” tulis KCNA.
"Orang seperti itu memiliki keberanian untuk menghina kepemimpinan tertinggi DPRK [Republik Rakyat Demokratik Korea], sebuah provokasi yang tak tertahankan dan bermotivasi politik serius terhadap DPRK," tambah kantor berita itu.
KCNA menambahkan bahwa Korea Utara tidak akan pernah mengampuni siapa pun yang berani memprovokasi kepemimpinan tertinggi DPRK.