Maria Elisa Hospita
30 Maret 2021•Update: 30 Maret 2021
Jorge Antonio Rocha
MEKSIKO
Dalam sebuah konferensi pers, presiden Meksiko membahas krisis migran di perbatasannya dengan Amerika Serikat sekaligus mendesak tindakan dari Presiden AS Joe Biden.
Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan nyawa para migran terancam sehingga AS perlu mengatasi penyebab migrasi.
“AS tidak berinvestasi cukup dalam menangani masalah ini. Ini bukan masalah yang bisa diselesaikan dengan tindakan koersif, penutupan perbatasan, militerisasi. Bukan. Anda harus tahu dan menangani penyebabnya," tegas dia.
Biden baru-baru ini mengatakan bahwa Meksiko harus menerima kembali semua migran yang tiba di perbatasan AS-Meksiko.
“Hubungan dengan AS sangat baik. Ada niat baik dari Presiden Biden. Namun birokrasi menghambat penyelesaiannya," tambah Lopez Obrador.
- Dampak pandemi
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Marcelo Ebrard juga mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan besar bagi ekonomi Amerika Tengah.
Langkah-langkah pembatasan untuk memerangi virus berdampak pada mata pencaharian jutaan orang Amerika Tengah, dan satu-satunya cara untuk menyelesaikan situasi ini adalah melalui investasi yang signifikan.
“Kami telah mengusulkan agar ada program aksi segera di Honduras, Guatemala, El Salvador, dan rangkaian investasi lain yang dapat mencakup wilayah selatan Meksiko," ujar Ebrard.
Menlu menjelaskan bahwa Meksiko telah menawari AS program bantuan sosial utama untuk membantu orang-orang yang menganggur dan kurang berpendidikan dari Meksiko.
“Jika Meksiko menginvestasikan USD100 juta, maka AS mungkin akan menginvestasikan USD2 miliar setahun. Jika ini terwujud, kami akan menyepakati program kesejahteraan sosial terbesar yang pernah dilakukan dalam sejarah Amerika Tengah dan Meksiko bagian selatan," kata dia lagi.
Lopez Obrador menambahkan bahwa Meksiko telah menjamin pekerjaan bagi lebih dari 420.000 petani melalui program bantuan sosial seperti ini.