Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
13 Februari 2020•Update: 13 Februari 2020
Sierra Juarez
QUERETARO, Meksiko
Menteri Luar Negeri Meksiko pada Rabu mengatakan bahwa negara itu telah mengurangi aliran migrasi ke Amerika Serikat hingga sekitar 75 persen dalam delapan bulan terakhir.
Marcelo Ebrard mengatakan jumlah migran, yang dikirim ke Meksiko sebagai bagian dari Protokol Perlindungan Migran AS "Tetap di Meksiko", juga telah menurun.
Di bawah kebijakan itu, migran dan pengungsi dikirim ke beberapa kota paling berbahaya di Meksiko sementara mereka menunggu keputusan pengadilan imigrasi di AS.
Ebrard mengatakan AS mengirim sekitar 2.000 migran ke Meksiko pada Januari, turun dari sekitar 50.000 yang telah diperkirakan sebelumnya.
Mei lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam Meksiko dengan sanksi tarif jika negara itu tidak mengurangi jumlah migran yang mendekati perbatasan selatannya.
Sejak itu, Meksiko terus memotong aliran migrasi, tetapi Ebrard mengatakan negara itu tidak berusaha membatasi jumlah pengungsi.