Ismail Ozdemir, Almir Terzic
24 Juli 2023•Update: 09 September 2023
SARAJEVO, Bosnia dan Herzegovina
Diperlukan Turkiye yang stabil untuk membantu memastikan stabilitas regional dan global, kata Menteri Pertahanan Bosnia dan Herzegovina Zukan Helez pada Minggu.
Helez mengatakan kepada Anadolu menjelang kunjungan resminya ke Turkiye, di mana dia juga akan menghadiri Pameran Industri Pertahanan Internasional 2023 di Istanbul pada 25-28 Juli.
"Turkiye adalah negara besar yang memiliki populasi besar. Kami mengutuk teror di seluruh dunia. Ketika seseorang ingin mengubah keadaan dengan kekerasan, mereka melakukannya dengan terorisme -- yaitu, secara ilegal,” ungkap menhan Bosnia.
“Itu harus dikutuk dan dihukum. Kita membutuhkan Turkiye yang stabil yang akan menjaga dunia dan seluruh wilayah yang bergolak di bawah satu payung,'' kata Helez.
Dia mengatakan Organisasi Teroris Fetullah (FETO) juga menimbulkan ancaman bagi Bosnia dan Herzegovina serta seluruh dunia.
FETO dan pemimpinnya di Amerika Serikat (AS) Fethullah Gulen merancang kudeta yang telah digagalkan pada 15 Juli 2016 di Turkiye, yang menyebabkan 252 orang tewas dan 2.734 terluka.
Ankara menuduh FETO berada di balik upaya jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi, khususnya militer, polisi, dan peradilan.
FETO juga memiliki jaringan sekolah swasta di luar negeri sebagai aliran pendapatan untuk mendukung kegiatan ilegalnya.
Kelompok teroris itu hadir di lebih dari 150 negara di seluruh dunia dan beroperasi dengan membuka sekolah, organisasi non-pemerintah, rumah sakit, media dan perusahaan lainnya.
Helez menambahkan bahwa fokus kunjungannya ke Ankara adalah untuk mengembangkan kerja sama keuangan antara negaranya dan Turkiye di bidang militer dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk itu.
Prioritas utama Bosnia-Herzegovina adalah bergabung dengan komunitas politik dan ekonomi negara-negara Eropa serta NATO.
Turkiye secara terbuka mendukung integrasi Bosnia Herzegovina dengan institusi Euro-Atlantik.